PinusPropertyCom – PETA PROPERTY SYARIAH | by CEO DPS (Muhammad Rosyidi Aziz)

Sejak digagas 6 tahun silam (tahun 2019 ini masuk tahun ke 7), alhamdulillah Property Syariah #TanpaBank #TanpaRiba kian mendapat tempat di hati kaum Muslim Indonesia. Taklain karena sudut pandangnya diambil dari sudut yang pas hingga akhirnya menjadi booming.

Namun, tidak bisa dipungkiri, setelahnya bermunculanlah pelaku pelaku Property Syariah yang lain dengan mengusung issue yang sama, tagline yang senada. Sebagian diantaranya benar, namun taksedikit yang akhirnya tumbang karena kurang ilmu, kurang cerdas, kurang pengalaman, kurang tanggungjawab dan bahkan ada yang kurang ajar dan kurang piknik.

Jujur saja, inilah peta Property Syariah yang mengusung skema tanpa pembiayaan perbankan dalam bisnis (bagi developernya) ataupun kepemilikannya (bagi konsumennya). Apa saja ?

  1. Akadnya sesuai Syariah, skema bisnisnya pun aman.

Insyaallah, inilah yang diadopsi dan dilakukan secara konsisten sejak 6 tahun lalu oleh Komunitas Developer Property Syariah (DPS). Alhamdulillah, kini hampir 500-an projek telah berhasil ditelurkan oleh rekan-rekan pejuang Property Syariah. Syar’ie dan Aman, Real Projeknya dan Real Syariahnya. Insyaallah projek projek yang disupervisi DPS Pusat sekitar 95 – 98% nya masih berjalan dengan baik.

  1. Akadnya sudah sesuai Syariah, tapi skema bisnisnya tidak aman.

Kami tidak hendak menunjuk hidung siapapun. Tapi fakta membuktikan bahwa banyak sekali kegagalan mereka yang mengusung Property Syariah ini. Kendala paling utamanya adalah kurang ilmu bisnis. Bahkan, setahun terakhir ini DPS dimintakan bantuan puluhan projek developer yang gagal, macet atau terancam mangkrak.

  1. Sudahlah akadnya tidak Syar’ie, skema bisnisnya tidak aman pula.

Nah yang ini terjadi biasanya karena developernya latah mengikuti trend. Sementara ilmu bisnis dan pemahaman muamalah syariahnya tidak mumpuni. Akibatnya, konsumen dirugikan. Dan nama baik syariah dipertaruhkan mengingat mereka juga mengusung label syariah. Repotnya, setiap kegagalan bisnis syariah terkadang merembet disangkutpautkan dengan yang lain (komunitasnya, asosiasinya, organisasinya, guru ngajinya, bahkan mungkin kakek buyutnya, hehehe). Padahal jika yang gagal bisnis konvensional, tidak pernah dikait-kaitkan dengan komunitasnya, asosiasinya, organisasinya atau gurunya. Ayolah yang fair.

  1. Mereka yang bermaksud menipu dengan kedok bisnis Property Syariah.

Khusus yang terakhir ini, yakinlah. Kedok anda pasti akan terbongkar, cepat atau lambat. Dan kami berjanji, kami tidak akan biarkan kalian tidur nyenyak dengan hasil tipu-tipu kalian. Kami tidak akan biarkan kalian merusak nama baik Syariah yang seharusnya dijunjung tinggi. Catet itu.

Semoga Allah SWT memberkahi setiap aktivitas para pejuang syariah yang berikhtiar membumikan skema syariah dalam bisnisnya. Semoga Allah SWT menjaga para pejuang dakwah dari segala fitnah dan tipu daya.